Kompos adalah pupuk yang dibuat dari
sampah organik, seperti sayuran, daun dan ranting, serta kotoran hewan, melalui
proses degradasi/penguraian oleh mikroorganisme tertentu. Kompos berguna untuk
memperbaiki struktur tanah dan menyediakan zat makanan yang diperlukan
tumbuhan, sementara mikroba yang ada dalam kompos dapat membantu penyerapan zat
makanan yang dibutuhkan tanaman.
Pembuatan kompos merupakan saIah satu cara terbaik untuk mengurangi timbunan sampah organik. Cara ini sangat cocok diterapkan di Indonesia, karena cara pembuatannya relatif mudah dan tidak membutuhkan biaya yang besar. Selain itu, kompos dapat dijual sehingga dapat memberikan pemasukan tambahan atau bahkan menjadi alternatif mata pencaharian.
Berdasarkan bentuknya, kompos ada
yang berbentuk padat dan cair. Pembuatan kompos dapat dilakukan dengan
menggunakan kompos yang telah jadi, kultur mikroorganisme, atau cacing tanah.
Contoh kultur mikroorganisme yang telah banyak dijual di pasaran dan dapat
digunakan untuk membuat kompos adalah EM4 (Effective Microorganism 4). EM4
merupakan kultur campuran mikroorganisme yang dapat meningkatkan degradasi
limbah/sampah organik, menguntungkan dan bermanfaat bagi kesuburan tanah maupun
pertumbuhan dan produksi tanaman, serta ramah lingkungan. EM4 mengandung
mikroorganisme yang terdiri dari beberapa jenis bakteri, di antaranya
Lactobacillus sp., Rhodopseudomonas sp., Actinomyces sp., dan Streptomyces sp.,
dan khamir (ragi), yaitu Saccaharomyces cerevisiae. Kompos yang dibuat
menggunakan EM4 yang dikenal juga dengan bokashi.
Kompos dapat juga dibuat dengan bantuan cacing tanah karena cacing tanah mampu menguraikan bahan organik. Kompos yang dibuat dengan bantuan cacing tanah dikenal juga dengan sebutan kascing. Cacing tanah yang dapat digunakan adalah cacing dari spesies Lumbricus terrestis, Lumbricus rebellus, Pheretima defingens, dan Eisenia foetida. Cacing tanah akan menguraikan bahan-bahan kompos yang sebelumnya sudah diuraikan oleh mikroorganisme. Keterlibatan cacing tanah dan mikroorganisme dalam pembuatan kompos menyebabkan pembentukan kompos menjadi lebih efektif dan cepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar