Senin, 21 Juli 2014

Anggaran Sampah 1,3 Triliun

Masalah sampah di sebagian besar kota di Indonesia masih menjadi masalah pelik yang sepertinya sulit sekali dipecahkan. Kota Bandung yang dikenal dengan kota kembang pernah mengalami krisis sampah saat sampah yang tidak terangkut ditumpuk ditepi jalan. salah satu kendalanya adalah fasilitas TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang terbatas.

Bahkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih kewalahan menangani sampah Ibu Kota. Manajemen pengangkutan dan pengolahan sampah belum terbangun dengan baik. Pada saat bersamaan, produksi sampah belum bisa ditekan sehingga sampah berserakan di ruang-ruang publik.Untuk mengatasi masalah itu, Pemprov DKI mengalokasikan anggaran Rp 1,3 triliun untuk dinas kebersihan. Sebagian besar dana itu dipakai untuk pengangkutan dan pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Namun, tetap saja persoalan sampah di Jakarta tidak tertangani maksimal. 

Bisa dibayangkan berapa besar anggaran pemerintah dihabiskan tiap tahun hanya untuk mengatasi masalah sampah. Dari masalah sampah adakah solusi yang dapat merubah anggaran yang sedemikian besar menjadi lebih bermanfaat bahkan dapat menghasilkan pendapatan. 

Pertama kita bedakan dulu sampah berdasarkan sifatnya 
  • Sampah organik - dapat diurai (degradable)
Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya.
  • Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)
Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya.

Pemanfaatan sampah dapat dilakukan yaitu
Sampah organik dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos dan sampah anorganik dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar