Di Indonesia banyak petani masih menggantungkan pupuk anorganik (pupuk kimia)
untuk tanaman mereka. Pupuk anorganik memang dapat meningkatkan hasil
panen secara cepat. Namun disamping harganya mahal, apabila sering
menggunakan pupuk ini, tanah akan menjadi keras, miskin akan hara dan
tanah tidak dapat menghisap air.
Jadi bila digenangi air, tidak
dapat meresap kedalam tanah, sehingga akar tanaman sulit menyerap hara.
Ini akan mengganggu pertumbuhannya. Tanaman menjadi kerdil demikian pula
hasil panennya akan merosot.
Kondisi ini menjadi pertanyaan kita pupuk kimia yang digunakan untuk pertanian pada dasarnya sahabat atau musuh tanah?
Untuk dapat ditanami kembali, tanah
harus menggunakan pupuk kimia yang semakin hari semakin meningkat
kebutuhannya. Tanah yang sering diberi pupuk kimia lambat laun akan
menjadi asam. Untuk memperbaikinya diperlukan pengapuran, sehingga
memerlukan tambahan biaya.
Sekarang sudah banyak para petani yang
sadar untuk kembali menggunakan cara alami, yaitu menggunakan pupuk
organik untuk memupuk tanamannya. Salah satunya adalah kascing.
Struktur tanah yang telah rusak yang diakibatkan oleh penggunaan pupuk
anoganik dapat dikembalikan secara perlahan-lahan dengan kascing.
Kascing mengandung hampir semua unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.
Juga bersifat hidrokopis, mengakibatkan tanah disekitarnya menjadi
lembab dan gembur, menghidupkan mikro organisme yang berguna bagi
tanaman, sehingga tanaman menjadi subur.
Kascing mempunyai kelebihan
yang tidak dimiliki oleh pupuk anorganik (kimia) yaitu : dapat
memperbaiki struktur tanah, baik struktur biologi, kimiawi serta
fisikanya. Kascing dapat menambah kandungan humus atau bahan organik,
ini disebabkan C/N nya rendah. Kascing dapat memperbaiki jasad renik
tanah, dan dapat menambah usur hara makanan yang dibutuhkan tanaman.
memang pada dasarnya pupuk alami dan pupuk kimia buatan tak sebanding billa di bandingkan atas dasar manfaat dan kegunaannya dalam jangka panjang. konspirasi semi mendapatkan keuntungan hingga terbentuknya pupuk kima itu sendiri. bila mana 50% para petani indonesia menyadari hal ini maka tidak ada lagi kelangkaan pupuk kimia namun tidak lakunya pupuk kimia tersebut.
BalasHapusmengingat pertani saat ini masih di kendalikan oleh para generasi tua yang masih memegang kedongkolannya tentang pupuk kimia lebih hebat efeksampingnya. dan iya memang lebih hebat dalam jangka pendek namun merusak konstruksi tanah dalam jangka panjang.
Bila saja petanii indonesia meyadari potensi kascing ini akan menjadi luar biasa negara ini "gemah ripah loh jinawi" salam http://carabudidayacacingtanah.blogspot.com/